MENCARI ILMU

Jumat, 20 Januari 2012

PENYAKIT KISTA DAN CIRI-CIRINYA

Penyakit kista merupakan penyakit yang banyak menyerang kaum wanita. Kista sendiri merupakan benjolan yang berisi cairan yang berada di indung telur. Penyakit kista ini sebenarnya merupakan penyakit tumor jinak, karena kebanyakan penanganannya tidak melalui operasi besar. Namun berdasarkan tingkatan keganasan, penyakit kista dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu:
1. Kista non-neoplastik, yang sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2 hingga 3 bulan
2. Kista neoplastik, kista ini umumnya harus dioperasi, namun hal itu pun tergantung pada ukuran dan sifatnya
kista
Menurut Dr. dr. T. Z.Jacoeb, SpOG-KFER, kista tidak hanya dapat tumbuh di ovarium atau indung telur wanita saja, tetapi juga dapat tumbuh di paru-paru, usus dan bahkan di otak. Penyakit kista dapat disebabkan oleh polusi udara dan debu.
Adanya dioksin dari asap pabrik dan pembakaran gas bermotor dapat menurunkan daya tahan tubuh manusia yang kemudia akan membantu tumbuhnya kista. Selain itu dari faktor makanan, lemak berlebih atau lemak yang tidak sehat akan mengakibatkan zat-zat lemak tidak dapat dipecah dalam proses metabolisme sehingga akan meningkatkan hormon testosteron.
Ada 4 macam kista indung telur. Kista fungsional, dermoid, cokelat (endometriosis) dan kista kelenjar (cystadenoma). Sampai saat ini masih belum diketahui bagaimana terjadinya kista. Biasanya tumbuh sangat pelan dan sering terjadi keganasan pada umur lebih 45 tahun. Dari keempat kista ini yang paling banyak dan justru sering mengecil sendiri seiring dengan membaiknya keseimbangan hormonal adalah kista fungsional.
Penyakit kista juga dapat dikatakan penyakit degeneratif atau keturunan. Jika orang tua atau nenek anda pernah menderita penyakit kista atau mioma, maka dapat dipastikan anda termasuk salah satu keturunan pembawa sifat penyakit kista.
kista ovarium
Namun pembawa sifat bukan berarti penderita penyakit kista, anda dapat mencegah timbulnya penyakit kista dengan gaya hidup sehat. Hindari makanan-makanan berlemak tinggi, rajinlah berolah raga serta konsumsilah makanan dan minuman yang mengandung antioksidan. Karena antioksidan dapat menangkal radikal bebas dari polusi debu dan udara.
Walaupun penyakit kista ini termasuk penyakit jinak, tatapi penyakit ini memiliki potensi untuk menjadi penyakit ganas. Dan apabila sudah menjadi seperti itu maka harus ditangani serius. Meskipun toh belum ganas, kista jika terplintir akan mengakibatkan rasa sakit yang sangat perih.
Beberapa gejala timbulnya penyakit kista adalah rasa nyeri sewaktu haid, nyeri perut bagian bawah, sering merasa ingin buang air besar atau kecil, dan pada keadaan yang sudah lanjut dapat teraba benjolan pada daerah perut. Dan jika kista pecah, misalnya saat berhubungan seksual, penderita akan merasa nyeri yang bertambah bila melakukan aktivitas fisik berat

Kamis, 19 Januari 2012

HUKUM MENINGGALKAN SHALAT 5 WAKTU

1. SAHALAT SUBUH
    JIKA SEORANG MUSLIM MENINGGALKAN SAHALAT SUBUH SATU KALI SAJA MAKA HUKUMANYA ADALAH 30 TAHUN DI NERAKA ITU SAMA DENGAN 6000 TAHUN DI ALAM DUNIA

Senin, 16 Januari 2012

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )




RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )





Disusun Oleh:
                                                                              NAMA     : EKA RIDWAN HAERUL UMAM
                                                                              NPM        :  09411705010049
     KELAS/SMT   : V A (LIMA) A




UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG ( UNSIKA )
2010 / 2011

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

SMP                                       : SMP Negeri 2 Kutawaluya
Mata Pelajaran                 : Pendidikan Agama Islam
Kelas/Semester               : VII/Dua
Standar kompetensi       : Memahami Hukum dan Teori “Shalat Jenazah”
Kompetensi Dasar           : Dapat mengetahui hokum dan tata cara shalat jenazah
Indikator                             :
   Afektif               : Mengetahui tata cara shalat jenazah
Kognitif            : Menjelaskan ketentuan – ketentuan shalat jenazah
Psikomotor     : Mampu melaksanakan shalat jenazah
Alokasi waktu                   : 2 x 40 menit (1 x pertemuan )
A.      Tujuan pembelajaran
1.       Siswa dapat menjelaskan hukum shalat jenazah
2.       Siswa dapat menjelaskan ketentuan – ketentuan shalat jenazah
3.       Siswa dapat melaksanakan shalat jenazah
B.      Materi pembelajaran
1.       Dalil shalat jenazah atau hukum dasar shalat jenazah (Hadits)
َوَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا: سَمِعْتُ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: ( مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ, فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلًا, لَا يُشْرِكُونَ بِاَللَّهِ شَيْئًا, إِلَّا شَفَّعَهُمْ اَللَّهُ فِيهِ )  رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Artinya: “Dari ibnu Abbas, katanya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Orang
                 Islam yang mati, lalu jenazahnya di salatkan oleh empat puluh orang
                 Muslim yang tidak musyrik, maka Allah SWT menerima syafaat mereka
                 terhadap jenazah tersebut”. (H.R. Ahmad dan Muslim)





2.       Ketentuan – ketentuan shalat jenazah
a.       Menghadap kiblat
b.      Takbir sebanyak 4 kali
Takbir ke-1 Niat, takbir ke-2 membaca al-fatihah, takbir ke-3 membaca doa untuk  si mayit, takbir ke-4 salam.
C.      Metode pembelajaran
1.       Ceramah
2.       Diskusi
3.       Inkuiri (tanya jawab)
D.      Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
1.       Kegiatan pendahuluan
a.       Guru mengabsen siswa
b.      MemulaI belajar dengan membaca basmalah
c.       Membaca al-quran selama 10 menit
2.       Kegiatan inti
a.       Guru menjelaskan hukum dan teori tentang shalat jenazah
b.      Guru melakukan tanyajawab dengan siswa
3.       Kegiatan penutup
a.       Menyimpulkan hukum dan teori tentang shalat jenazah
E.       Alat/sumber belajar
1.       Buku paket  Agama Islam kelas VII
2.       Buku-buku lain yang relevan
F.       Penilaian
1.       Bentuk tes :
Lisan :
1.       Keberanian menjawab dan menyampaikan pendapat
2.       Ketepatan menjawab
3.       Keserasian dan konsentrasi dalam menjawab pertanyaan
      Tertulis :
1.       Lisan
2.       Pilihan ganda
3.       Uraian

2.       Instrumen tes
1.       LKS
2.       Soal dari guru

Soal
1.       Brapa kali melakukan takbir ketika melaksanakan shalat jenazah ?
2.       Termasuk fardu apakah shalat jenazah ?
3.       Apa hukumnya jika dalam suatu kampong tidak ada seorangpun yang menyolatkan jenazah atau si mayit ?
Jawaban
1. 4Kali Takbir
2. Fardu Kifayah
3. Maka Hukumnya Berdosa semua orang yang berada di kampung tersebut.

 Karawang, 28-Oktober- 2010

Mengetahui,                                                                                                                      Guru Mata Pelajaran
Kepala sekolah


(..................................)                                                                                    ( EKA RIDWAN HAERUL UMAM )
NIP.                                                                                                                       NIP.

PENGERTIAN BIMBINGAN KONSELING


Pengertian Bimbingan dan Konseling

1. Definisi Bimbingan

Dalam mendefinisikan istilah bimbingan, para ahli bidang bimbingan dan konseling memberikan pengertian yang berbeda-beda. Meskipun demikian, pengertian yang mereka sajikan memiliki satu kesamaan arti bahwa bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan.
Menurut Abu Ahmadi (1991: 1), bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu (peserta didik) agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik. Hal senada juga dikemukakan oleh Prayitno dan Erman Amti (2004: 99), Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, atau orang dewasa; agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Sementara Bimo Walgito (2004: 4-5), mendefinisikan bahwa bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya, agar individu dapat mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya. Chiskolm dalam McDaniel, dalam Prayitno dan Erman Amti (1994: 94), mengungkapkan bahwa bimbingan diadakan dalam rangka membantu setiap individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri.

2. Definisi Konseling

Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antarab dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situasi belajar. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri, keadaannya sekarang, dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya, demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang. (Tolbert, dalam Prayitno 2004 : 101).
Jones (Insano, 2004 : 11) menyebutkan bahwa konseling merupakan suatu hubungan profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. Hubungan ini biasanya bersifat individual atau seorang-seorang, meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya, sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi dirinya.

Pengertian Bimbingan dan Konseling

Dari semua pendapat di atas dapat dirumuskan dengan singkat bahwa Bimbingan dan Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling (face to face) oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut konseli) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi konseli serta dapat memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki dan sarana yang ada, sehingga individu atau kelompok individu itu dapat memahami dirinya sendiri untuk mencapai perkembangan yang optimal, mandiri serta dapat merencanakan masa depan yang lebih baik untuk mencapai kesejahteraan hidup.


COMPLETE TENSE


TENSES
TENSES adalah Pola kalimat dengan urutan waktu, baik waktu yang sudah dilalui, yang terjadi pada saat tadi, yang akan datang, dan sebagainya.

FORM

TENES

SIMPLE
PERFECT
CONTINOUS
PERPECT CONTINOUS
PRESENT
S + V1
S + Have + V3
S + To Be + VING
S + Have Been + V1 + VING

PAST
S + V2
S + Had + V3
S + Was / Were + VING
S + Had Been + V2 + VING

FUTURE
S + Will + V1
S + Will + Have + V3
S + Will + Be + VING

S + Will + Have Been + VING
PAST FUTURE
S + Would + V1
S + Would + Have + V3
S + Would + Be + VING

S + Would + Have Been + VING

S = Subjek ( They, We, I, You, She, He, It )
To be = are, am, is
Will = Akan
Would = Akan ( bentuk lampau)
V = Verb ( Kata Kerja )
 
Form = Bentuk
Simple
Perfecet  menggunakan have / has + V3
Continous menggunakan to be + Ving
Perfect Continous menggunakan have been + Ving
 
Remember = Ingat
Time = Waktu
Present           menggunakan             V1
Past                 menggunakan V2
Future                         menggunakan Will
Past Future     menggunakan Would


Was digunakan untuk subjek I, She, He, It
Were digunakan untuk subjek They, We, You